Pages

Showing posts with label gowes. Show all posts
Showing posts with label gowes. Show all posts

Janji itu pun terbayar lunas!

January 9, 2014

Perjalanan 17 jam yang melelahkan.

Ya, hari ini (9 Januari 2014), saya dengan sedikit nekad memberanikan diri untuk membayar nazar yang udah bertahun-tahun belum di bayar. Nazar untuk apa, ya itu hanya beberapa orang yang tahu. Dan nekadnya, nazar saya adalah nyepeda. Gampang sih! Ah, ngga juga. Soalnya nyepeda yang harus saya bayar lalui adalah dari Jogja menuju Cetho, Karanganyar.

Yap! Cetho..

Bagi yang sudah tahu gimana kondisi jalan dari Jogja menuju Cetho ini, ya diam aja lah ya. Saya ngga mau sombong. Yang jelas jauh dan ada tanjakan jahanam. Lha ini kamu sombong, Ri?. Mirip nyepeda Pekok sih. Terakhir saya ikut nyepeda Pekok itu adalah saat ke Laut Bekah, dimana berangkat jam 06.00 (yang akhirnya jamnya mengkaret 2 jam) dan sampai kost lagi 00.30 keesokan harinya. Waktu itu sih enak. Banyak orang yang emang "gila" dan tentunya ada guru tandem. Tapi sepertinya saya sudah ngga enak berani ngajakin mereka. Paling jawabannya: "wes pensiun". Mendadak juga sih...

Toloooong! Saya dikoyok!

April 13, 2011

"Menuntun sepeda dengan medan seperti ini wajar kok, Ri" - Mas Angga, SPSS -

Dalam hati saya, "Iya, emang wajar, tetapi kalau kalian nggowes sepeda tanpa turun sama sekali dari bawah sampai puncak, itu yang ga wajar"

Itulah sekelumit cerita tentang hari ini. Cerita tentang nasib seorang anak yang dikoyok beberapa guru tandem, walaupun saya pikir belum bisa menyamai ilmu tandemnya Om Bayu. Cerita tragis yang sangat mengharukan yang baru saja dialami oleh seorang anak ingusan, tanpa dosa, tetapi disiksa bagai dihukum cambuk. Mungkin lebih berat lagi.

Gowes Warung Ijo Pakem (Part 2)

February 8, 2011

Kunjungan SPSS ke Warung Ijo

Lho, kok belum apa-apa sudah part 2? Part 1-nya mana?

Eh, bukan tulisan yang kedua maksudnya, tetapi gowesnya baru yang kedua kali ke sini, ke Warung Ijo Pakem. Emang yang pertama kali kapan? Wah, sepertinya yang pertama kali tidak akan saya lupakan kok, masih inget dalam ingatan saya bagaimana rasanya pertama kalinya nyepeda, tetapi langsung di-koyok oleh sejumlah orang tidak bertanggung jawab, seperti Mas Aan, Mas Wijna, Kang Bayu, dan masih banyak tersangka lainnya. Bayangkan, untuk menuju Pakem, itu artinya Anda harus melewati sesuatu yang sebenarnya dihindari oleh sebagian besar pesepeda, terlebih untuk newbie, TANJAKAN!! Oh iya, saat pertama kali ke Pakem, ini adalah moment pertama bergabung dengan komunitas SPSS (Sabtu Pagi Sepeda Santai), walaupun waktu itu SPSS masih belum sebesar sekarang. Tanggalnya lupa, tetapi sekitar bulan November 2009.

Sepeda Purbakala So Sweat

Sabtu, 5 Februari 2011.
Cuaca hari ini sungguh tidak mengenakkan. Bayangkan hujan dari malem sampai pagi kaga kering-kering juga, masih tetap gerimis. Saya sendiri bangun jam 5 pagi setelah sebelumnya tidur jam 12 malam. Tumben bangun pagi, emang ada acara apa?

Hari ini jadwalku syuting!

Gowes ke Desa Wisata Kebon Agung

December 27, 2010


SPSS is back!!!
Itulah tema bersepeda kali ini. Sabtu, 25 Desember 2010 merupakan hari yang cerah untuk bersepeda. Tak sedikit yang memanfaatkan hari itu untuk nyepeda bareng bersama alias gowes. Tak ketinggalan, Sabtu Pagi Sepeda Santai kali ini pun melakukan aktivitasnya. Ada yang berbeda dengan SPSS kali ini. Katanya, para sesepuh SPSS akan bereuni kembali!
Memang sebelumnya kenapa?

Gowes ke Parangtritis - Parangkusumo - Depok

December 20, 2010


Hari ini, 19 Desember 2010 aku kembali bersepeda, setelah "bersemedi" cukup lama. Kali ini tujuan utama adalah Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Diajak oleh seorang sesepuh, Mas Wijna, bersama Mas Radit, kebetulan pula keduanya adalah [mantan] mahasiswa matematika UGM angkatan 2004. Cuman bertiga, mengingat banyak teman-teman sepeda memilih jalur utara, Pakem, Kaliurang dan sekitarnya.

Aku sendiri memulai perjalanan dari kost sekitar pukul 05.30, menuju rumah kediaman mas Wijna. Tidak lupa berhenti dulu ke Alfamart untuk beli air minum. Tiba di rumah mas Wijna, beberapa menit kemudian datanglah mas Radit. Sebenarnya mas Radit ini jarang aku lihat semasa dia masih kuliah S-1 nya. Tapi, berhubung saya dan teman saya, Yacob, punya proyek bersama Mas Radit, jadi semuanya sudah saling akrab.